GORUT — Tim Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Ichsan (UNISAN) Gorontalo kembali memasang alat penangkap dan pengusir hama padi berbasis tenaga surya di Desa Posso, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu (29/11/2025).
Pemasangan dilakukan lebih awal melihat tanaman padi mulai memasuki fase pengisian bulir, sehingga perangkat pengusir burung perlu segera diaktifkan.
Dalam kegiatan tersebut, tim turut didampingi dosen Teknik Prodi Elektro UNISAN, Iqbal Faturachman Usman, yang menjelaskan cara kerja alat tersebut.
Ia mengungkapkan, perangkat pengusir hama itu memanfaatkan mikrokontroler dengan sensor jarak untuk mendeteksi keberadaan burung, kemudian mengeluarkan suara yang mampu menakutinya.
“Selain mengusir burung, alat ini juga dapat menangkap hama serangga. Sistemnya bekerja otomatis, menyala pada malam hari karena lampu aktif, dan mati dengan sendirinya saat pagi,” ujarnya.
Ketua Tim PKM UNISAN 2025, Frengki Eka Putra Surusa, menambahkan bahwa alat tersebut memberikan efisiensi bagi petani karena tidak memerlukan listrik PLN.
“Petani tidak perlu lagi mengisi token listrik. Semua energi yang digunakan berasal dari panel surya, sehingga biaya operasional menjadi nol,” jelasnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, UNISAN terus mendorong penerapan teknologi di bidang pertanian melalui program PKM.
Upaya ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan swasembada pangan di tingkat nasional maupun regional. Tim PKM UNISAN 2025 terdiri dari Frengki Eka Putra Surusa, Irmawati, dan Jupri. (*)











