Pohuwato

Susi Air Kembali Mengudara di Bandara Panua Pohuwato

POHUWATO – Bandara Udara Panua Pohuwato resmi kembali melayani penerbangan perintis penumpang Tahun Anggaran 2026.

Hal tersebut ditandai dengan suksesnya pendaratan penerbangan perdana (inaugural flight) maskapai Susi Air pada Kamis, 15 Januari 2026.

Kepala Satuan Pelayanan Bandara Panua Pohuwato, Sadli Agus Darise, menyampaikan bahwa beroperasinya kembali rute Gorontalo–Pohuwato merupakan kabar baik bagi masyarakat dan menjadi momentum penting dalam peningkatan konektivitas wilayah.

“Penerbangan perdana ini menandai kembalinya layanan transportasi udara yang sangat dibutuhkan masyarakat Pohuwato. Kehadiran Susi Air pada rute perintis ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas orang dan barang serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Sadli Agus Darise kepada suarapost.id, Jumat (16/1/2026).

Layanan penerbangan ini merupakan bagian dari Program Angkutan Udara Perintis Korwil Gorontalo yang bertujuan membuka akses daerah terpencil dan memperkuat keterhubungan antarwilayah di Provinsi Gorontalo.

Jadwal Operasional dan Tarif

Mulai Januari 2026, penerbangan rute Pohuwato dilayani secara reguler setiap hari Kamis dengan jadwal sebagai berikut:

Rute Gorontalo – Pohuwato

  • Waktu Berangkat: 09.05 WITA
  • Waktu Tiba: 09.40 WITA
  • Harga Tiket: Rp 357.830

Rute Pohuwato – Gorontalo

  • Waktu Berangkat: 09.55 WITA
  • Waktu Tiba: 10.30 WITA
  • Harga Tiket: Rp 300.830

Dengan durasi penerbangan sekitar 35 menit, layanan ini menjadi alternatif transportasi paling efisien dibandingkan perjalanan darat dari Marisa menuju Kota Gorontalo yang memerlukan waktu tempuh cukup panjang.

Akses Pemesanan Tiket

Masyarakat dapat melakukan pemesanan tiket penerbangan Susi Air rute Gorontalo–Pohuwato melalui kanal resmi berikut:

Aplikasi dan Website Online

Tiket tersedia melalui aplikasi dan situs web Traveloka.

  • Ticketing Pohuwato: 0852-4154-8113
  • Ticketing Gorontalo: 0811-2003-0867

Manajemen Bandara Panua Pohuwato mengimbau masyarakat, pelaku usaha, serta instansi pemerintah untuk memanfaatkan layanan penerbangan ini secara optimal.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan keberlanjutan penerbangan perintis. Semakin tinggi tingkat pemanfaatannya, semakin besar peluang layanan ini terus beroperasi dan berkembang ke depannya,” tutup Sadli Agus Darise. (*)

What's your reaction?

Related Posts