Peristiwa

Diduga Imbas PETI, Akses Vital Penghubung Desa Teratai-Bulangita Berubah Jadi Kubangan Lumpur

POHUWATO – Akses Vital penghubung Desa Teratai dan Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, berubah menjadi kubangan lumpur tebal, Senin, (02/03/2026). Kondisi di Dusun Moduito itu  melumpuhkan aktivitas warga.

Jalan Desa yang setiap hari dilalui masyrakat, termasuk tenaga pendidik dan pelajar, tak lagi bisa dilintasi dengan normal. Beberapa sepeda motor dilaporkan mogok saat mencoba menerobos genangan lumpur yang cukup dalam.

Sejumlah warga menilai kondisi tersebut kuat diduga sebagai dampak aktivitas Pertambanhan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah bagian atas Desa. Aktivitas tambang ilegal yang berlangsung di kawasan perbukitan dinilai telah mengabaikan aspek lingkungan hingga berimbas ke pemukiman warga.

Salah seorang warga yang juga berprofesi sebgai Guru, Yakub Mustafa, S.Pd.I, mengungkapkan kekecewaan atas kondisi tersebut.

“Padahal tadi malam tudak ada hujan. Ini akibat aktivitas pertambangan di atas, dampaknya sampaik ke bawah, ujarnya.

Ia menambahkan, dampak aktivitas tambang sebenarnya sudah lama dirasakan warga, namun kali ini kondisinya jauh lebih parah.

“Sebagian masyarakat memilih tidak lewat karena takut motornya mati. Limour sangat dalam,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa teratai, Simson Hasan, membenarkan bahwa genangan lumpur di jalan pengh8bung tersebut di picu aktivitas PETI

“Iya, Akibat PETI,” singakatnya

Ia menjelaskan, pihak pelaku usaha tambang telah diminta bertanggung jawab dan tengah melakukan penanganan dengan membuat tanggul penahan lumpur.

“Sudah ditangani para pelaku. Informasi yang saya terima pagi ini, kebocoran yang menyebabkan lumpur itu sedang diperbaiki,” jelasnya.

Tak hanya meminta perbaikan jalan, warga jugga mendesak pemerintah kabupaten Pohuwato dan aparat penegak hukum turun langsung ke lokasi untuk memastikan aktivitas tambang ilegal benar-benar dihentikan, bukan sekedar ditangani secara sementara. (*)

Related Posts