GORONTALO – Sebanyak 421 wisudawan dan wisudawati Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo resmi dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Program Magister (S2) dan Sarjana (S1) Angkatan XXIX yang digelar di Sumber Ria Ballroom, Kota Gorontalo, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, unsur Forkopimda, Ketua LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak beserta jajaran, pimpinan perguruan tinggi se-Gorontalo, Ketua Yayasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (YPIPT) Ichsan, Rektor Universitas Ichsan Gorontalo, seluruh sivitas akademika serta seluruh keluarga Wisudawan.
Dalam momen ini, penyampaian orasi ilmiah disampaikan secara langsung oleh Pembina YPIPT Ichsan, Dr. Abdul Gaffar Latjokke, M.Si., yang mengangkat tema “Audit Five Point Zero”.
Dalam orasinya, Dr. Gaffar mengajak para lulusan untuk melihat profesi auditor dari sudut pandang yang lebih luas.
Menurutnya, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), hingga pemanfaatan big data telah mengubah cara organisasi bekerja. Karena itu, dunia audit juga harus ikut bertransformasi.
Ia menjelaskan bahwa konsep Audit Five Point Zero bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana auditor mampu menghadirkan nilai tambah melalui integritas, inovasi, dan kemampuan membaca risiko di era digital.
“Teknologi boleh terus berkembang, tetapi integritas tetap menjadi fondasi utama seorang auditor. Auditor masa depan harus mampu memadukan kecerdasan teknologi dengan nilai-nilai etika dan profesionalisme,” ujar Dr. Gaffar.
Dirinya mengungkapkan, lulusan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka juga dituntut adaptif terhadap perubahan, mampu berpikir kritis, serta memiliki karakter yang kuat agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Ia menambahkan, tantangan di era Society 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat inovasi. Karena itu, penguasaan teknologi harus tetap diimbangi dengan kepedulian, tanggung jawab, dan integritas dalam setiap profesi yang dijalankan.
“Ilmu pengetahuan adalah bekal utama, tetapi karakter yang baik akan menentukan bagaimana ilmu itu memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dirinya menambahkan, para Wisudawan yang berasal dari berbagai program studi jenjang Sarjana dan Magister, harus mampu menjadi SDM yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Momentum wisuda ini, Unisan Gorontalo dengan komitmennya, mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing, integritas, dan kepedulian terhadap tantangan masa depan. (*)












