GORONTALO – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal (AGIT), Kamis (8/1/2026), untuk meninjau langsung kesiapan pelabuhan tersebut sebagai terminal pelabuhan internasional.
Kunjungan ini dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili bersama Wakil Ketua DPRD Ridwan Monoarfa, serta diikuti Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Mikson Yapanto dan sejumlah anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Rombongan DPRD melihat langsung kondisi fasilitas dan infrastruktur PT AGIT yang diharapkan mampu menjadi pintu utama aktivitas ekspor dan impor melalui jalur laut, sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Gorontalo dan kawasan sekitarnya.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menegaskan keberadaan PT AGIT sangat strategis bagi percepatan arus barang dan distribusi komoditas unggulan.
Menurutnya, pelabuhan ini memberi efisiensi waktu dan biaya yang signifikan bagi pelaku usaha.
“Dengan adanya PT AGIT, ekspor dan impor melalui jalur laut bisa dilakukan lebih cepat dan efisien. Ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Gorontalo,” ujar Mikson.
Ia menjelaskan, manfaat PT AGIT tidak hanya dirasakan Gorontalo, tetapi juga daerah tetangga seperti Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah.
Salah satu contoh konkret adalah komoditas durian dari Buol yang direncanakan untuk ekspor ke mancanegara.
“Durian dari Buol yang akan diekspor ke luar negeri nantinya dipastikan melalui PT AGIT. Kalau sebelumnya pengiriman bisa memakan waktu beberapa hari karena harus lewat pelabuhan lain, sekarang bisa dipangkas hanya sekitar satu hari,” kata Mikson.
Selain durian dari Buol, Mikson menyebut Gorontalo juga memiliki komoditas unggulan yang siap menembus pasar ekspor, seperti cokelat, hasil perikanan, dan produk pertanian lainnya.
Keberadaan PT AGIT dinilai membuka jalur distribusi yang lebih cepat dan terintegrasi.
“Cokelat dari Gorontalo, ikan tuna, dan komoditas lain kalau mau ekspor sekarang sudah lebih mudah. Semua bisa langsung melalui PT AGIT tanpa harus memutar ke daerah lain,” tegasnya.
Percepatan jalur ekspor ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani, nelayan, dan pelaku usaha.
Ia menilai PT AGIT berpotensi menjadi pusat logistik regional yang menggerakkan ekonomi lintas daerah.
“Kalau distribusi lancar, harga di tingkat petani dan nelayan bisa lebih baik. Uang berputar di daerah, lapangan kerja terbuka, dan ekonomi Gorontalo ikut tumbuh,” ujarnya.
Meski demikian, Mikson juga menyoroti pentingnya penambahan fasilitas pendukung, khususnya cold storage.
Fasilitas ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas komoditas ekspor agar tetap segar hingga tiba di negara tujuan.
“Kami berharap ada cold storage di kawasan PT AGIT, supaya ikan, sayur, buah-buahan, dan hasil laut lainnya bisa bertahan lama dan kualitasnya terjaga,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili menyampaikan dukungan penuh DPRD terhadap pengembangan PT AGIT.
Ia menilai pelabuhan internasional tersebut merupakan aset strategis yang harus dimaksimalkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat.
“PT AGIT harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah. DPRD siap mendukung dari sisi kebijakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Gorontalo dan daerah sekitar,” kata Thomas.
Kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo ini diharapkan memperkuat peran PT AGIT sebagai gerbang ekspor-impor kawasan, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan. (*)












