JAKARTA – Humas Polri diminta tidak hanya cepat menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan kebenarannya di tengah derasnya arus digital dan kecerdasan buatan.
Pesan itu disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri 2026 yang digelar pada 14–15 April di Jakarta.
Rakernis ini menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan strategi komunikasi publik Polri ke depan.
“Di era digital dan kecerdasan buatan, kecepatan informasi harus diimbangi dengan kebenaran. Humas Polri harus menjadi yang terdepan dalam memastikan publik tidak hanya cepat menerima informasi, tetapi juga menerima informasi yang benar,” ujar Johnny.
Rakernis diikuti jajaran humas dari Mabes hingga wilayah, baik secara langsung maupun daring. Fokus utamanya bukan sekadar koordinasi, tetapi mendorong perubahan pola kerja humas agar lebih adaptif, berbasis data, dan responsif terhadap dinamika informasi publik.
Selain itu, forum ini juga menekankan pentingnya peran humas sebagai penjaga kepercayaan publik. Di tengah maraknya disinformasi, humas dituntut mampu menghadirkan narasi yang akurat, cepat, dan mudah dipahami masyarakat.
Melalui Rakernis ini, Polri ingin memastikan strategi komunikasi yang dijalankan selaras dengan program pemerintah, termasuk mendukung agenda Asta Cita Presiden 2026. Pendekatannya diarahkan lebih modern, terukur, dan tidak lagi sekadar seremonial. (*)











