Pendidikan

KPK Gandeng LKBH UNISAN Gelar Diskusi Antikorupsi di Gorontalo

GORONTALO — Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Direktorat Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat menggelar Diskusi Forum Komunitas bersama Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Ichsan Gorontalo di Aula Lantai 3 Universitas Ichsan Gorontalo, Rabu (29/5/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung pada malam hari itu tetap mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, akademisi, hingga pegiat antikorupsi di Gorontalo.

Akademisi sekaligus advokat LKBH UNISAN, Jupri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terus terjalin antara kampus dan lembaga antirasuah tersebut.

Ia mengatakan, Universitas Ichsan Gorontalo telah lama membangun kemitraan dengan KPK dalam berbagai kegiatan pendidikan antikorupsi.

“Universitas Ichsan Gorontalo menjadi salah satu kampus yang pernah menghadirkan pimpinan KPK dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru tingkat universitas,” ujar Jupri.

Selain itu, kata dia, Fakultas Hukum UNISAN juga pernah dipercaya melakukan eksaminasi putusan perkara tindak pidana korupsi bekerja sama dengan KPK.

Sementara itu, Direktur Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Kunto Ariawan, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi.

Menurut dia, KPK tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan publik, khususnya generasi muda.

“KPK tidak boleh berjalan sendiri. Kita harus bersama masyarakat menciptakan generasi muda yang antikorupsi,” kata Kunto.

Ia menjelaskan, selain menjalankan fungsi penindakan, KPK juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui pendidikan dan diskusi publik.

Forum-forum seperti diskusi komunitas dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya korupsi dan pentingnya integritas sejak dini.

Dalam kesempatan itu, tim KPK yang akrab disapa David turut memaparkan sejumlah praktik baik program pendidikan antikorupsi yang telah dijalankan KPK.

Beberapa program yang diperkenalkan antara lain Politik Cerdas Berintegritas, Pemilu Berintegritas, hingga gerakan “Hajar Serangan Fajar”.

Program-program tersebut, kata dia, lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya politisi yang terjerat kasus korupsi.

“Tujuannya membangun ekosistem politik yang bersih, beretika, dan bebas korupsi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Rumah Integritas Gorontalo, M. Yudi Panto Biludi, menjelaskan komunitas tersebut berdiri sejak 2016 dan aktif mengampanyekan pendidikan antikorupsi di berbagai sekolah di Gorontalo.

Menurut Yudi, gerakan komunitas menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai integritas di tengah masyarakat, khususnya bagi kalangan pelajar dan generasi muda.

Related Posts