POHUWATO – Fikri Papempang terpilih secara aklamasi sebagai Formatur Ketua Umum Dewan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK KNPI) Kecamatan Randangan dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang digelar pada 20 Juni 2026 di Aula Kantor Camat Kecamatan Randangan.
Usai menerima mandat tersebut, Fikri menyampaikan komitmennya untuk menjadikan DPK KNPI Kecamatan Randangan sebagai organisasi kepemudaan yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Fikri, amanah yang diberikan kepadanya bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab untuk menghadirkan KNPI sebagai rumah bersama bagi seluruh pemuda di Kecamatan Randangan.
“Saya mengusung visi menjadikan DPK KNPI Kecamatan Randangan sebagai wadah anak muda yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Fikri.
Ia menilai kemajuan daerah tidak dapat dipisahkan dari peran generasi muda. Karena itu, pemuda harus menjadi pelopor perubahan, menciptakan inovasi, serta menjadi motor penggerak pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, sosial, budaya, hingga teknologi.
Fikri juga menegaskan komitmennya membangun sinergi dengan pemerintah kecamatan. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Insya Allah, DPK KNPI Kecamatan Randangan akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program prioritas pembangunan di Kecamatan Randangan,” ujarnya.
Selain itu, Fikri mengajak seluruh organisasi kepemudaan, pemuda desa, mahasiswa, dan elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun KNPI yang solid, progresif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap momentum Muscam menjadi awal kebangkitan pemuda Randangan untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah serta menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
“Pemuda Randangan harus menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton pembangunan,” tutupnya.












