POHUWATO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pohuwato meluncurkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Institute serta Pojok Baca sebagai upaya memperkuat literasi demokrasi dan kepemiluan di tengah masyarakat.
Ketua KPU Pohuwato Iskandar Ibrahim mengatakan, JDIH Institute tidak hanya difungsikan sebagai pusat dokumentasi dan informasi hukum, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang kolaboratif untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kajian kepemiluan.
“JDIH Institute ini diharapkan bisa menjadi ekosistem pengembangan pengetahuan kepemiluan. Pada dasarnya JDIH Institute hadir untuk menghubungkan dokumen hukum, penelitian, dan partisipasi publik dalam satu ruang kolaboratif,” kata Iskandar saat peluncuran program tersebut di Sekretariat KPU Pohuwato, Kamis (4/6/2026).
Menurut dia, kehadiran JDIH Institute bertujuan memudahkan masyarakat mengakses berbagai produk hukum kepemiluan sekaligus menjadi rujukan bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, pelajar, hingga pegiat demokrasi di Kabupaten Pohuwato.
Selain itu, KPU Pohuwato juga menghadirkan Pojok Baca yang disiapkan sebagai ruang literasi bagi masyarakat. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pohuwato.
“Kami berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Kabupaten Pohuwato, di mana kami menyiapkan referensi-referensi bagi peneliti dan mahasiswa lewat program Pojok Baca, serta diharapkan bisa menambah khazanah pengetahuan kepemiluan kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Inovasi yang digagas KPU Pohuwato tersebut mendapat apresiasi dari Komisioner KPU Provinsi Gorontalo, Risan Pakaya. Ia menilai langkah tersebut menjadi terobosan baru yang belum dimiliki KPU kabupaten dan kota lain di Provinsi Gorontalo.
“Ini adalah satu langkah lebih maju dari KPU kabupaten dan kota lainnya di Gorontalo. JDIH Institute ini bukan hanya sekadar diluncurkan, tapi harus berkelanjutan,” kata Risan.
Ia menjelaskan, sebelumnya KPU Provinsi Gorontalo telah mendorong pelaksanaan program JDIH Goes to School sebagai upaya meningkatkan minat literasi hukum kepemiluan di kalangan pelajar.
“Salah satu tujuan program ini adalah untuk memacu minat literasi hukum kepemiluan. Kami mengimbau KPU kabupaten dan kota agar mengajak siswa datang ke sekretariat KPU untuk mendapatkan informasi dan memanfaatkan ruang baca yang disediakan. Khusus spesifikasi nama Pojok Baca ini, yang ada baru di KPU Kabupaten Pohuwato,” ujarnya.
Peluncuran JDIH Institute dan Pojok Baca tersebut dihadiri Komisioner KPU Provinsi Gorontalo Risan Pakaya, Ketua KPU Pohuwato Iskandar Ibrahim, anggota KPU Pohuwato, Ketua Bawaslu Pohuwato Yolanda Harun, Rektor Universitas Pohuwato, perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pohuwato, serta jajaran Sekretariat KPU Pohuwato.
Melalui dua inovasi tersebut, KPU Pohuwato berharap dapat menghadirkan ruang edukasi demokrasi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan budaya literasi hukum dan kepemiluan di daerah. (*)













