Peristiwa

Diduga Lokasi Longsor Telan Korban Jiwa Milik Oknum Aleg DPRD Pohuwato

PEMERHATI.ID — Peristiwa tanah longsor di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) wilayah DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, diduga terjadi di lokasi tambang yang disebut milik oknum anggota DPRD Kabupaten Pohuwato dari Partai NasDem.

Informasi yang dihimpun oleh pada Kamis (13/8/2026), menyebutkan jumlah orang yang berada di lokasi tambang saat longsor diduga jauh lebih banyak dari lima korban yang telah teridentifikasi. Bahkan, diperkirakan sekitar 30 orang berada di titik tambang tersebut ketika longsor terjadi.

Dugaan itu disampaikan salah seorang warga yang ditemui di rumah duka di Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.

Menurutnya, puluhan penambang berada di lokasi PETI pada malam hari untuk melakukan aktivitas pertambangan. Namun, tiba-tiba terjadi longsor yang menutup area tambang.

“Kejadian itu malam di wilayah DAM, lokasi milik Yusuf Lawani. Saat itu mereka tengah melakukan aktivitas pertambangan, namun tiba-tiba terjadi longsor,” ujar warga tersebut.

Ia menyebut, sebelum longsor terjadi terlihat sekitar 30 senter kepala yang digunakan para penambang di lokasi.

“Ada sekitar 30 senter kepala yang menyala di lokasi itu. Tiba-tiba longsor, puluhan senter tersebut sudah tidak terlihat lagi. Berarti ada kemungkinan mereka juga ikut tertimbun di lokasi tersebut,” katanya.

anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Yusuf Lawani, membantah lokasi longsor tersebut merupakan lokasi PETI miliknya. Pernyataan tersebut sekaligus membantah informasi warga yang sebelumnya menyebut lokasi longsor berada di area milik YL.

Yusuf mengakui memiliki lokasi di kawasan DAM, tetapi menurutnya titik longsor berada jauh dari lokasi yang disebut miliknya.

“Peristiwa itu bukan di lokasi saya. Itu di lokasi Firman. Dari lokasi saya masih ada lokasi Kusno, baru itu saya punya,” ujar Yusuf Lawani.

Hingga Kamis (13/8/2026), terdapat lima korban meninggal dunia yang telah diketahui dalam peristiwa longsor di kawasan tambang emas DAM.

Empat korban merupakan warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, sementara satu korban lainnya berasal dari Desa Bongonol, Kecamatan Paguyaman.

Kelima korban tersebut yakni:

1. Pandra Djalilu (27) — warga Dusun Beringin, Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.

2. Miman Ibura (23) — warga Dusun Beringin, Desa Bendungan.

3. Sandi Bilondatu (23) — warga Dusun Beringin, Desa Bendungan, berstatus mahasiswa.

4. Piki Larama (26) — warga Dusun Beringin, Desa Bendungan.

5. Andi Otoluwa — warga Desa Bongonol, Kecamatan Paguyaman.

Related Posts