Pendidikan

PKKMB Universitas Pohuwato Ditutup, PLT Rektor: Ini Bukan Akhir, tapi Gerbang Awal Perjalanan Akademik

POHUWATO — Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pohuwato berakhir pada Ahad, 30 Agustus 2026. Penutupan kegiatan dilakukan oleh Pelaksana Tugas Rektor Universitas Pohuwato, Hasman Umuri, S.IP., M.Si.

Di hadapan mahasiswa baru, Hasman tidak sekadar menandai berakhirnya kegiatan orientasi. Ia mengingatkan bahwa PKKMB hanyalah pintu masuk menuju perjalanan akademik yang lebih panjang.

“Kegiatan penutupan PKKMB ini bukan akhir, melainkan gerbang awal perjalanan akademik Anda di kampus tercinta ini,” kata Hasman saat menutup kegiatan PKKMB, Minggu, (30/8/2026.

Menurut dia, kehidupan mahasiswa tidak boleh berhenti pada aktivitas mengikuti perkuliahan dan mengejar nilai.

Kampus menyediakan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, mencoba gagasan baru, serta mengenali potensi yang selama ini mungkin belum tergali.

Hasman meminta mahasiswa memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin. Waktu yang tersedia selama menempuh pendidikan, kata dia, harus digunakan untuk belajar, berinovasi, membangun pengalaman, dan mengembangkan kapasitas diri.

“Gunakan kesempatan, manfaatkan waktu kuliah untuk belajar, berinovasi, dan menggali potensi diri seluas-luasnya. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang ke kelas, mengikuti perkuliahan, lalu pulang. Jadikan kampus sebagai ruang untuk bertumbuh,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak kehilangan integritas dalam mengejar prestasi. Kemampuan akademik, menurut Hasman, harus berjalan beriringan dengan moral, etika, dan tanggung jawab.

“Jaga integritas. Jadilah mahasiswa yang kritis dan kreatif, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai moral dan tanggung jawab,” kata dia.

Bagi Hasman, integritas menjadi salah satu modal penting mahasiswa ketika kelak memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat. Pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah akan kehilangan makna apabila tidak disertai kejujuran dan tanggung jawab dalam menggunakannya.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa baru untuk berani mempertanyakan persoalan, menyampaikan gagasan, dan menghasilkan inovasi. Namun kebebasan berpikir tersebut tetap harus ditempatkan dalam koridor etika akademik dan tanggung jawab sosial.

PKKMB, kata Hasman, seharusnya menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus memahami bahwa status sebagai mahasiswa membawa konsekuensi berupa tanggung jawab untuk belajar secara mandiri dan berkontribusi bagi lingkungan.

“Tantangan berikutnya berada di tangan kalian. Anda akan berhadapan dengan jadwal perkuliahan, tugas akademik, organisasi, kegiatan kemahasiswaan, hingga berbagai dinamika kehidupan kampus lainnya,” ungkapnya.

Dirinya berharap mahasiswa baru tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga mampu tumbuh sebagai generasi yang memiliki kompetensi, kreativitas, karakter, dan kepedulian terhadap masyarakat. (*)

Related Posts