GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar program hilirisasi TI-MILUCANG (Ti Milu Wau Kacang) di Pondok Bersalin Desa Bulota, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Senin (03/08/2026).
Melalui program tersebut, mahasiswa mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan jagung dan kacang tanah sebagai pangan lokal bergizi untuk mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA).
Koordinator Desa KKN-PK Desa Bulota, Ikhsan Y. Idrus, mengatakan program TI-MILUCANG merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi pangan lokal yang mudah diperoleh namun memiliki kandungan gizi tinggi.
“Program ini diharapkan tidak hanya menjadi media edukasi, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan pangan lokal secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” ujar Ikhsan.
Kepala Desa Bulota, Burhan Rachman, mengapresiasi inovasi mahasiswa KKN-PK UNG yang mengangkat komoditas lokal menjadi produk pangan bernilai gizi dan ekonomi.

“Jagung dan kacang merupakan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Kami berharap produk olahan yang dihasilkan mahasiswa dapat terus dikembangkan hingga menjadi salah satu produk unggulan Desa Bulota,” kata Burhan.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Nurdiana Djamaluddin, berharap masyarakat dapat terus memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi keluarga dan memperkuat ketahanan pangan desa.
“Jagung dan kacang merupakan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat, memiliki kandungan gizi yang baik, serta dapat diolah menjadi berbagai produk sehat. Kami berharap edukasi yang diberikan melalui program TI-MILUCANG tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan kualitas gizi ibu dan anak sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga di Desa Bulota,” ujar Nurdiana.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai kandungan gizi jagung sebagai sumber karbohidrat kompleks, serat, vitamin B kompleks, dan antioksidan, serta kacang tanah yang kaya protein nabati, lemak sehat, folat, zat besi, dan berbagai mineral penting.
Kombinasi kedua bahan tersebut dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
Mahasiswa juga mendemonstrasikan proses pengolahan produk TI-MILUCANG, mulai dari pemilihan bahan baku hingga menjadi produk siap konsumsi.
Demonstrasi ini bertujuan memberikan keterampilan kepada masyarakat agar mampu mengolah pangan lokal menjadi produk bergizi yang dapat dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga maupun dikembangkan sebagai usaha bernilai ekonomi.
Program TI-MILUCANG merupakan inovasi mahasiswa KKN-PK Universitas Negeri Gorontalo yang mengintegrasikan edukasi gizi dengan pemanfaatan pangan lokal berbasis kearifan lokal.
Sebagai informasi, Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bulota Burhan Rachman, S.Sos., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nurdiana Djamaluddin, S.Kep., Ns., M.Kep., Kepala Puskesmas, Bidan Desa Bulota, kader kesehatan, serta masyarakat.












