GORONTALO — Rektor Universitas Ichsan Gorontalo (UNISAN), Dr. Juriko Abdussamad, M.Si., mengingatkan mahasiswa baru bahwa kehidupan kampus tidak sekadar menjadi ruang untuk mengejar prestasi akademik. Mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengembangkan inovasi, membangun kolaborasi, serta menjaga karakter dan integritas.
Pesan itu disampaikan Dr. Juriko dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Ichsan Gorontalo. Ia mengatakan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), transformasi digital, dan perubahan dunia kerja yang semakin cepat telah mengubah kebutuhan terhadap kompetensi lulusan perguruan tinggi.
Menurut Juriko, kemampuan akademik tetap penting. Namun, kemampuan tersebut harus berjalan beriringan dengan keterampilan lain yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan.
“Mahasiswa tidak cukup hanya cakap dalam bidang akademik. Kalian harus memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, berkolaborasi, dan yang paling penting adalah karakter dan integritas,” katanya.
Lebih jauh dirinya menjelaskan, kampus bukan hanya tempat mahasiswa memperoleh pengetahuan. Kampus juga menjadi ruang untuk membangun karakter, mengembangkan keterampilan, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Dr. Juriko meminta mahasiswa baru memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan potensi diri. Menurut dia, lingkungan kampus memungkinkan mahasiswa bertemu dengan berbagai latar belakang, menemukan pengalaman baru, membangun persahabatan, dan melahirkan gagasan yang dapat menjadi bekal menghadapi masa depan.
“Kampus bukan hanya tempat untuk memperoleh ilmu, tetapi tempat untuk membangun karakter, mengembangkan ilmu pengetahuan, memperoleh keterampilan, membangun wawasan serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang PKKMB hanya sebagai kegiatan pengenalan lingkungan kampus. Kegiatan tersebut, kata dia, merupakan pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami budaya akademik dan kehidupan perguruan tinggi.
Dr. Juriko berharap mahasiswa baru dapat menjadikan UNISAN sebagai ruang untuk bertumbuh. Mereka tidak hanya diharapkan mampu menyelesaikan studi, tetapi juga memiliki kompetensi dan karakter yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Kelak ketika kalian telah berhasil, saya berharap kalian kembali dan bercerita, ‘Di UNISAN ini tempat menempa masa depan,” harapnya.
Menurutnya, tantangan mahasiswa ke depan tidak ringan. Perubahan teknologi berlangsung cepat, sementara dunia kerja terus bergerak mengikuti perkembangan ekonomi digital. Kondisi itu menuntut lulusan perguruan tinggi untuk tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana.
Karena itu, ia mengatakan UNISAN akan terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus membangun lingkungan akademik yang mendukung perkembangan mahasiswa.
“UNISAN akan terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang berkualitas serta menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi perkembangan mahasiswa,” ujar Juriko.
Ia meminta mahasiswa menggunakan kesempatan selama berada di kampus untuk belajar, membangun jejaring, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan.
Pendidikan, menurut dia, bukan sekadar proses mendapatkan ijazah, melainkan proses panjang membentuk manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter, dan integritas.
Terakhir dirinya mengajak mahasiswa baru menjalani perjalanan akademik dengan kesungguhan dan optimisme.
“Saya berharap seluruh mahasiswa dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.













