GORONTALO UTARA — Kodim 1314 Gorontalo Utara menggelar Apel Gelar Pasukan (AGP) untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau. Apel berlangsung di Lapangan Makodim 1314 Gorut, Rabu (2/09 /2026).
Apel dipimpin Dandim 1314 Gorontalo Utara Letkol Inf Gembong Yudo Sasongko. Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gorontalo Utara.
Turut hadir dalam apel tersebut Kasdim 1314 Gorut Kapten Inf Syahril, Wakapolres Gorut Kompol Sofyan H. Abubakar, Kepala Dinas Satpol PP/Kebakaran Gorut Retno Gunardi Ishak, perwakilan Basarnas, serta para Danramil.
Gembong mengatakan apel tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi di Gorontalo Utara.

“Diharapkan seluruh unsur yang terlibat semakin siap menghadapi potensi bencana serta mampu bergerak secara cepat, terpadu dan terkoordinasi ketika terjadi Karhutla,” tegasnya.
Menurut dia, pencegahan dan penanggulangan Karhutla membutuhkan koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait lainnya.
“Kesiapsiagaan personel dan peralatan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran,” ujarnya.
Ia meminta seluruh unsur meningkatkan kewaspadaan dan mengedepankan langkah preventif untuk menekan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Gembong juga mengimbau aparat memberikan edukasi kepada masyarakat agar turut mencegah Karhutla. Salah satunya dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama ketika melakukan aktivitas pembersihan lahan.
“Saya berharap masyarakat dapat dibekali pemahaman terkait kesiapan menghadapi potensi banjir saat musim hujan tiba, seperti menjaga kebersihan dan membersihkan saluran air dari sampah,” tambahnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran lahan dan kebun yang melibatkan tim pemadam kebakaran, TNI, dan Polri. Simulasi tersebut menjadi bagian dari pengujian kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi Karhutla di lapangan.
“Simulasi penanganan kebakaran yang dilakukan pun menjadi langkah nyata untuk mempertajam kemampuan personel dalam menghadapi kejadian Karhutla secara langsung di lapangan,” tandasnya. (*)










