GORONTALO – Menjelang pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026, pembenahan infrastruktur di Kabupaten Gorontalo mulai dipercepat. Sejumlah titik strategis disiapkan untuk menyambut puluhan ribu peserta yang diperkirakan datang dari seluruh Indonesia.
Anggota DPR RI, Rachmat Gobel, turun langsung meninjau kawasan Pentadio Resort dan Danau Perintis. Kedua lokasi ini dinilai memiliki peran penting sebagai wajah daerah selama kegiatan berlangsung.
Dalam peninjauan tersebut, Gobel menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas dasar hingga penataan kawasan. Ia meminta agar pembenahan tidak dilakukan setengah-setengah, mengingat skala kegiatan yang besar.
“Ini bukan sekadar acara seremonial. Kita sedang menunjukkan wajah Gorontalo kepada Indonesia,” kata Gobel, Selasa (05/06/2026).
Sejumlah fasilitas mulai disiapkan, mulai dari pembangunan jogging track, kolam cuci kaki, hingga penataan ruang publik yang lebih tertata. Pemerintah juga merancang penambahan elemen estetika di kawasan wisata.
Di kawasan Danau Perintis, rencana pembangunan air mancur menjadi salah satu daya tarik baru. Langkah ini dinilai sebagai upaya menciptakan suasana yang lebih modern dan menarik bagi pengunjung.
Selain itu, akan dibangun spot wisata berupa ikon “kucing besar” yang dirancang interaktif. Fasilitas ini diharapkan mampu menarik perhatian pengunjung, terutama untuk kebutuhan swafoto.
“Kita harus kreatif menghadirkan sesuatu yang berbeda agar orang datang, menikmati, lalu ingin kembali,” ujar Gobel.
Ia juga mengingatkan bahwa pembenahan ini harus berdampak pada ekonomi daerah. Pentadio Resort, yang sebelumnya pernah menyumbang pendapatan hingga miliaran rupiah, dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Kalau dulu bisa menyumbang Rp2 miliar setahun, ke depan harus lebih dari itu. Kuncinya ada pada pembenahan dan keseriusan,” tuturnya.
Dengan estimasi kehadiran mencapai 30 ribu peserta, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting. Perhatian tidak hanya tertuju pada kelancaran pelaksanaan acara, tetapi juga pada keberlanjutan pengelolaan pasca-PENAS agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.. (*)













