GORONTALO – Pemerintah Desa Dulamayo, Kecamatan Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo menggelar Rembug Stunting dalam Rangka Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting Tahun 2026, sebagai upaya menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat penurunan angka stunting di tingkat desa.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Dulamayo Aswad Dako, A.Md, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Dulamayo, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ichsan Gorontalo (Unisan) Angkatan XXIX yang sedang melaksanakan pengabdian di desa tersebut.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Dulamayo pada hari kamis, (18/06/2026). Berbagai isu mulai dari pemenuhan gizi ibu dan anak, peningkatan layanan kesehatan, pola asuh, hingga sanitasi lingkungan menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan tersebut.
Kepala Desa Dulamayo, Aswad Dako, mengatakan upaya pencegahan stunting membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar program yang telah direncanakan dapat berjalan secara optimal.
“Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Melalui rembug stunting ini, kita menyatukan komitmen dan menyusun langkah nyata agar anak-anak di Desa Dulamayo dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung setiap program yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan ibu dan anak,” kata Aswad.
Menurut Aswad, Pemerintah Desa Dulamayo akan terus mengoptimalkan berbagai program yang mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemanfaatan dana desa, pemberdayaan kader kesehatan, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola hidup bersih dan sehat.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Desa (Kordes) KKN Universitas Ichsan Gorontalo Angkatan XXIX Desa Dulamayo, Muhamad Akbar Eyato, mengunkapkan komitmen mahasiswa untuk mendukung program pemerintah desa melalui kegiatan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya untuk menjalankan program KKN, tetapi juga menjadi mitra pemerintah desa dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran tentang pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, serta pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak,” ungkap Akbar.
Ia mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam program percepatan pencegahan stunting merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Dulamayo.
Melalui rembug stunting tersebut, seluruh peserta juga menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut yang akan menjadi dasar pelaksanaan program konvergensi percepatan pencegahan stunting di Desa Dulamayo sepanjang 2026.
Pemerintah Desa Dulamayo berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga upaya penurunan stunting berjalan lebih efektif dan mampu mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, serta memiliki daya saing di masa depan.












