Pendidikan

PKKMB Universitas Pohuwato: PLT Rektor Tekankan Adaptasi, Akhlak, dan Implementasi Ilmu

POHUWATO — Sebanyak 151 mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pohuwato. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Ichsan Convention Center Pohuwato dan menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun kesiapan memasuki kehidupan perguruan tinggi.

Pelaksana Tugas Rektor Universitas Pohuwato, Hasman Umuri, S.IP., M.Si., mengatakan PKKMB tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial untuk menyambut mahasiswa baru. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari proses awal mahasiswa dalam memahami budaya, sistem, serta kehidupan akademik di perguruan tinggi.

Hasman menjelaskan, ilmu pengetahuan tanpa karakter dapat kehilangan arah. Karena itu, proses pendidikan di perguruan tinggi perlu berjalan beriringan antara penguatan kompetensi akademik dan pembentukan kepribadian. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menjawab persoalan melalui teori, tetapi juga memiliki etika ketika menerapkan pengetahuan tersebut.

“PKKMB itu ada salah satu sarana untuk proses adaptasi antara mahasiswa baru dengan dunia kampus,” kata Hasman, jumat (28/08/2026).

Menurut Hasman, proses adaptasi menjadi penting karena kehidupan perguruan tinggi memiliki karakter yang berbeda dengan pendidikan pada jenjang sebelumnya. Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam belajar, mampu mengelola waktu, membangun komunikasi, serta bertanggung jawab terhadap pilihan akademiknya.

Namun, kata dia, pendidikan di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik semata. Kampus memiliki tanggung jawab yang lebih luas untuk membentuk manusia yang memiliki karakter dan mampu menempatkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sosial.

“Di kampus itu bukan hanya diajarkan mengenai teori akademik murni tetapi juga dididik tentang akhlak, perilaku, dan adab,” ujar Hasman.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam pelaksanaan PKKMB Universitas Pohuwato. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga diarahkan untuk memahami bahwa status sebagai mahasiswa membawa konsekuensi moral dan sosial.

Ia juga meminta mahasiswa baru tidak menjadikan materi PKKMB sekadar pengetahuan yang berhenti di ruang kegiatan. Nilai dan pemahaman yang diperoleh selama PKKMB harus dibawa ke dalam kehidupan akademik sehari-hari.

“Bagi mahasiswa baru, setelah mengikuti PKKMB ini harus mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh pada pelaksanaan PKKMB ini,” kata Hasman.

Hasman juga menjelaskan, PKKMB menjadi titik awal untuk membangun hubungan antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan lingkungan kampus. Adaptasi yang baik sejak awal diharapkan dapat membantu mahasiswa menjalani proses pendidikan secara lebih terarah sekaligus memahami nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan akademik.

“Anda sedang memasuki lingkungan yang akan menguji pengetahuan, sikap, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. PKKMB ini menjadi pintu pertama perjalanan sesungguhnya, anda menjalani kehidupan kampus dan buktikan bahwa ilmu, akhlak, perilaku, serta adab dapat berjalan bersama”, Pungkasnya.

Related Posts