JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya kembali menyasar kawasan Kampung Ambon, Jakarta Barat, dalam operasi penanganan wilayah rawan peredaran narkotika, Kamis, 15 Oktober 2026.
Operasi gabungan yang melibatkan Direktorat Reserse Narkoba dan Tim Patroli Brimob Polda Metro Jaya itu mengamankan lima orang serta menemukan puluhan senjata tajam.
Petugas menyisir dan menggeledah sejumlah lokasi yang menjadi sasaran operasi. Dari kegiatan tersebut, polisi mengamankan lima orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi belum merinci identitas maupun dugaan keterlibatan kelimanya dalam aktivitas peredaran narkotika.
Selain mengamankan lima orang, petugas menemukan 21 senjata tajam, dua tombak panjang, tiga alat hisap, satu timbangan digital, tujuh telepon genggam, dan dua brankas. Polisi juga mengamankan sejumlah barang lainnya untuk mendukung proses penyelidikan.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Henik Maryanto, mengatakan pihaknya mengerahkan personel untuk memastikan operasi berlangsung aman dan terkendali.
“Pengamanan dilaksanakan secara profesional sesuai prosedur untuk mendukung kegiatan kepolisian dan menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.
Operasi tersebut tidak hanya menyasar dugaan aktivitas peredaran narkotika. Personel Brimob turut mengawal petugas PLN yang menertibkan sambungan listrik ilegal di sejumlah rumah, tempat kos, dan bangunan liar di kawasan tersebut.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir, petugas gabungan melakukan pemeriksaan akhir dan konsolidasi untuk memastikan situasi keamanan di kawasan Kampung Ambon tetap kondusif.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengatakan kepolisian tidak dapat mengandalkan penindakan hukum semata untuk memutus mata rantai peredaran narkotika di kawasan rawan.
Menurut Budi, upaya memulihkan lingkungan dari aktivitas penyalahgunaan narkotika membutuhkan keterlibatan masyarakat. Tanpa dukungan warga, kawasan yang menjadi sasaran operasi berpotensi kembali menghadapi persoalan serupa.
“Penindakan tetap dilakukan terhadap pelanggaran hukum, tetapi pemulihan lingkungan membutuhkan peran bersama. Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi bagian penting agar kawasan ini semakin aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya.













