KABUPATEN GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXIX Universitas Ichsan Gorontalo yang ditempatkan di Desa Dulamayo, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, memaparkan hasil program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan selama satu bulan melalui ajang Expo Jejak Pengabdian dan Penutupan Masa KKN Angkatan XXIX.
Kegiatan yang mengusung tema “Mendorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Unggulan Desa” itu digelar di Aula Kantor Kecamatan Bongomeme dan diikuti oleh seluruh kelompok KKN yang menampilkan berbagai inovasi serta produk hasil pengabdian di desa masing-masing.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKN Desa Dulamayo memperkenalkan tiga produk unggulan yang berhasil dikembangkan bersama masyarakat, yakni Selai Kelapa, Minyak Kelapa Kampung (Coconut Oil), dan kerajinan berbahan batok kelapa, di depan Pemerintah Kecamatan, Seluruh Mahasiswa KKN dari berbagai desa dan seluruh civitas Akademik yang hadir.
Ketiga produk tersebut dipresentasikan langsung oleh perwakilan mahasiswa KKN Desa Dulamayo, Diki Kurniawan. Dalam pemaparannya, Diki menjelaskan bahwa pemanfaatan kelapa sebagai bahan baku utama dipilih karena merupakan salah satu potensi alam yang melimpah di Desa Dulamayo.
“Melalui program ini, kami berupaya menghadirkan produk yang memiliki nilai tambah ekonomi. Harapannya, potensi kelapa yang selama ini dijual dalam bentuk bahan mentah dapat diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Diki saat mempresentasikan hasil program KKN, Senin (13/07/2026).
Ia menjelaskan, proses pendampingan tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mencakup pengemasan produk, peningkatan kualitas, hingga pengenalan strategi pemasaran sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing.
Sementara itu, Kepala Desa Dulamayo, Aswad Dako, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN Universitas Ichsan Gorontalo selama menjalankan pengabdian di desa tersebut.
Menurutnya, berbagai produk yang dihasilkan menjadi bukti bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Ichsan Gorontalo yang telah mendampingi masyarakat selama satu bulan. Produk-produk yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti setelah KKN selesai, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi warga Desa Dulamayo,” kata Aswad.
Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga.
Expo Jejak Pengabdian menjadi rangkaian penutup pelaksanaan KKN Angkatan XXIX Universitas Ichsan Gorontalo.
Selain menjadi ajang pelaporan hasil program kerja mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memperlihatkan berbagai inovasi yang lahir dari potensi unggulan desa sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi lokal.












